teringat saat itu
mendungpun bisa jadi terang
senyumu datang
tangismu pun ikut
tatkala waktu berlalu
dua jiwa berbeda menjadi satu
berawal sepoi-sepoi dan berakhir menjadi gemuruh
bukan menjadi puing-puing
tapi menjadi istana di hati
damai sekali
kesempurnaan jiwa manusia
di dalam cinta
hingga berakhir nestapa
ohh pujangga
mati rasa. . .
mendungpun bisa jadi terang
senyumu datang
tangismu pun ikut
tatkala waktu berlalu
dua jiwa berbeda menjadi satu
berawal sepoi-sepoi dan berakhir menjadi gemuruh
bukan menjadi puing-puing
tapi menjadi istana di hati
damai sekali
kesempurnaan jiwa manusia
di dalam cinta
hingga berakhir nestapa
ohh pujangga
mati rasa. . .
Komentar
Posting Komentar